Arti Seribu Rupiah
Jadi
teringat masa lalu. Jauh ketika diri ini masih ingusan. Setiap hari, kecuali
hari Sabtu dan Minggu,
keluar dengan mengenakan baju putih merah, bersepatu, membawa tas kecil berisi buku dan
alat-alat tulis. Pergi menuntut ilmu.
Waktu
itu, Ibu sering memberi saya uang jajan. Tak banyak, hanya Rp. 100. Dengan uang segitu,
saya bisa membeli dua permen dan satu donat. Kok bisa? Ya bisa
saja. Lha harga satu permen hanya Rp. 25, dan satu donat hanya Rp. 50. Walhasil,
seandainya Ibu waktu itu memberi saya Rp. 1000 untuk uang jajan, berapa banyak lagi jajanan yang bisa saya beli?
Harga
semangkok bakso saja kala itu hanya Rp. 250 per porsi. Ketika Ibu membawa saya ke kedai bakso, setiap selesai makan bakso,
beliau biasanya berkata, "Mau nambah? Ayo nambah." Saya pun nyengir
dan reflek menganggukkan kepala. Menginjak usia SMA, boro-boro nawarin nambah, saya minta
dibelikan pun kadang Ibu masih mikir beribu kali. ^_^
Kembali
ke jaman yang sedang saya dan kita semua hadapi saat ini, keadaan sudah jauh berubah. Pegang uang Rp.
1000, berapa banyak jajanan yang bisa dibeli anak-anak kita? Donat saja, dengan
kualitas versi jajanan anak sekolah, rata-rata harganya bukan Rp. 50 lagi, tapi
Rp. 1000! Maka punya uang Rp. 100, bisa dapat apa? Saya tanya istri saya,
katanya 1 permen saja ngga dapat. Permen sekarang, tiga biji harganya Rp. 500.
![]() |
| Kue Takoyaki versi anak sekolah. Harga seribuan. |
Maka tak heran, jika dulu
pegang uang sepuluh ribu itu lama habisnya, maka sekarang pegang uang sepuluh
ribu itu apalah artinya. Beli bakso saja kadang belum dapat. Karena harga bakso
sekarang rata-rata di atas sepuluh ribu. Hmm...
Persoalan intinya
adalah, apakah semua masyarakat di negeri ini bisa mengejar perubahan tersebut?
Karena bagi sebagian orang, mungkin seribu rupiah memang sudah tak ada artinya.
Nemu di jalan biasanya juga ogah memungutnya. Namun bagi sebagian yang lain,
kita harus aware sekali, bahwa uang seribu rupiah itu masih begitu berarti, dikarenakan
betapa sulitnya mencari uang.
Mudah-mudahan, di
masa yang akan datang, Rp. 10.000 tidak menjelma menjadi Rp. 1000. Karena jika
demikian, bisa jadi harga donat versi anak sekolah bertransformasi
menjadi Rp. 10.000 per bijinya. Hehe...
