Jiwa Api
Jilatan
merah mendesak-desak berkobar
Menyalak
serupa malam pekat berpukat
Berkeriuhan
di ranting-ranting lapuk rasa
Panas
membakar hingga dingin lengang
Redup
mata jiwamu dalam lara
Layu
terbakar maya panas membara
Kerontang
jiwa hendak dirasa lekat
Mentitah
hati terbangkan gemulainya
Oh
semburat air langit nan suci
Tak mau
jua ia huni kerontang berdebunya
Tinggi
pucuk jauh dari rendah yang dina
Tak
menguar lelah dahaga menikam lubuk
Jalan
ini berkeriutan menopang
Langkah-langkah
hangus tak bernadi
Siapa
pula yang di sana melambai tangan
Hanya mata
air semu tak menapak tanah
Maka di
mana kepak gemulai hati berpendar
Akankah
ia seonggok sejarah tua
Tertulis
rapuh di keriutan ranting-ranting lapuk
Menunggu
api selamanya menghaguskannya
08/04/2014
10.02 WIB
