Halo semua! Selamat datang di Badiraf BlockNote. Tempat mangkalnya goresan pena Badiraf versi dunia maya. Silahkan duduk manis, dan selamat membaca.

Kunjungi juga Twitter dan Instagram Badiraf di:
@badiraf

Kamis, 03 Juli 2014

Menikmati Sunset di Tepi Pantai


Menjelang Ramadahn, biasanya di saat waktu berbuka telah dekat, Budiman sering terlihat mengayuh sepeda bututnya menuju sebuah pantai yang berada tak jauh dari rumahnya. Di pantai itu, ia sering terlihat berlama-lama memandangi sebuah mahakarya yang sangat indah; matahari berwarna kekuning-kuningan yang membulat indah, hendak terbenam, serta memancarkan pesonanya hampir ke setiap bagian pantai. 

Bagi Budiman, keindahan sunset yang berada di pantai dekat rumahnya tersebut sangat sulit untuk ia lupakan. Cahaya sunset yang kuning keemasan terlihat begitu memukau manakala bertemu dengan riak-riak kecil gelombang pantai. Sementara itu, langit, pasir, dedaunan, dan burung-burung bangau yang sedang terbang menuju sarangnya nampak berubah warnanya menjadi kekuning-kuningan. Sementara sekawanan burung bangau yang terbang melintas tepat di sunset yang semakin lama semakin menyusut di ujung samudera. Keindahan terasa semakin berkesan dengan adanya angina yang bertiup lembut, aroma pantai yang khas, suara kicau burung bangau, dan suara riak gelombang pantai yang mengalun pelan.

Keindahan panorama sunset yang memukau itu membuat Budiman berpikir. Apakah segala keindahan dan keteraturan yang ada ini terjadi dengan sendirinya? Akankah terjadinya peralihan antara siang dan malam bisa berjalan sendiri tanpa ada yang memandunya? Sesaat kemudian Budiman teringat ucapan seorang gurunya yang mengatakan bahwa tidak mungkin ada jejak kaki manusia yang tak bertuan. Pastilah ada yang mempunyai jejak telapak kaki tersebut.

Akhirnya, Budiman menarik sebuah kesimpulan bahwa mahakaya sunset yang indah di hadapannya pastilah ada yang menciptakan dan mengaturnya. Siapa lagi kalau bukan Allah swt, Tuhan pencipta langit dan bumi serta pemilik segala keindahan.

Note: Tulisan ini dibuat tiga tahun lalu. Sebagai tugas kelas menulis. Ditulis tangan dalam sebuah buku catatan karena belum punya laptop. Diketik kembali dengan tanpa merubah apa pun.